Mau UANG???... Buruan GRATIS Registrasi KLIK DISINI

Jumat, 11 Februari 2011

Lagi, Tanggul Lumpur Lapindo Longsor


Warta Jatim, Sidoarjo - Tanggul penahan lumpur Lapindo Brantas kembali longsor di Desa Siring, Porong, Kamis (10/2) sore. Longsor kali ini di titik 22 yang bersebelahan dengan rel KA tidak jauh dari jalan raya Porong.  

Humas Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo Ahmad Khusairi mengatakan, longsor ini terjadi di wilayah yang tanahnya sering menurun. Meski demikian, BPLS akan meneliti ulang untuk mengetahui apakah tanggul longsor akibat subsidence (penurunan tanah) atau faktor lain.

Agar tanggul tidak longsor sehingga mengganggu jalan raya, jalan arteri, dan rel kereta, BPLS akan menguatkan tanggul. Di antaranya memasang bronjong(batu yang ditata dan diberi kawat) yang ditargetkan selesai dalam 2 - 3 hari. “Kami akan memperbaiki dan menguatkan tanggul. Secepatnya dilakukan, agar masyarakat tidak terganggu,” ujar Khusairi.

Menurut Khusairi, longsornya tanggul di titik 22 ini untuk kedua kalinya. Pada longsor pertama terjadi overtaping atau luapan lumpur meluber melebihi tanggul.

Tanggul lumpur yang rawan longsor atau jebol selain di titik 22 di pinggir rel kereta dan jalan raya Porong, juga di titik 79 - 80 di Desa Gempolsari.

BPLS juga mencatat, selama tahun 2010 hingga Februari 2011 telah 4 kali tanggul ambles dan longsor.  

Tinggi tanggul penahan lumpur Lapindo Brantas saat ini mencapai 11 meter dan berkali-kali longsor. BPLS tidak bisa memberikan jaminan tanggul lumpur aman dan tidak longsor lagi.

Secara terpisah, Asisten Manajer Eksternal PT KA Daerah Operasi VIII Surabaya Herry Winarno mengatakan, tanggul longsor di titik 22 membuat struktur tanah yang dilintasi rel kereta menurun. Sejauh ini rel masih aman dilintasi kereta, namun dengan kecepatan maksimal 10 km/jam.

PT Kereta Api terus mempercepat penyelesaian jalur alternatif. Pengerjaan rel  alternatif sudah selesai dan tinggal penyempurnaan. Direncanakan Maret depan jalur alternatif sudah bisa digunakan.(red)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar