Mau UANG???... Buruan GRATIS Registrasi KLIK DISINI

Kamis, 18 Desember 2008

Museum Santet (1)


Banyak orang tak percaya santet. Tapi seorang dokter di Surabaya meyakininya ada. Museum ini adalah buktinya.


JIKA berkunjung ke museum ini, Anda pasti terperanjat. Di tempat ini Anda akan menemukan benda-benda santet dan jimat yang diyakini oleh masyarakat Indonesia memiliki kekuatan magis untuk menyakiti dan menyembuhkan. Menurut Hariyadi Soeprapto, perintis museum ini, secara rasional, santet memang tidak bisa dijelaskan. Namun, ada beberapa bukti, bahwa santet bisa disembuhkan dengan cara-cara medis, meski terkesan di luar pakem dunia kedokteran.

Dengan membuat museum ini, Hariyadi berharap para pengunjung tersadarkan akan kesehatan dalam dirinya, melalui "penghargaan" dan pelayanan kepada sesama dan lingkungan. "Terkadang kita sering menyepelekan barang atau sesuatu yang tidak memiliki nilai," katanya. "Namun, dengan keberadaan museum ini, saya ingin menunjukkan bila bangsa Indonesia adalah bangsa yang memiliki nilai estetika dan mampu menghargai sesuatu yang dinilai tidak penting ini," ia menambahkan.

Hariyadi harus rela bertapa di beberapa tempat yang dinilai keramat untuk mendapatkan referensi tentang dunia santet. Selain itu, ia harus "melobi" para dukun agar bersedia menyerahkan barang-barang yang biasa digunakan sebagai media santet maupun media penangkal santet.

Media yang digunakan untuk menyantet antara lain tanah kuburan, boneka, paku bengkok, usus hewan dan otak manusia. Sebagian besar benda koleksi didapatkannya dari Banyuwangi, Jawa Timur.

Desainer interior museum, Budi Sundarto, memasang etalase khusus untuk terapi relijius, seperti kitab Taurat, Alquran, patung Bunda Maria, kitab suci Wreda dan lain sebagainya. Benda-bena relijius tersebut dipampang di museum ini untuk mengingatkan pengunjung agar tidak melakukan hal yang dilarang tuhan, seperti menyantet.

Museum ini dibagi dalam beberapa ruang. Ada Sasana Budaya, yang menyimpan benda-benda bernuansa majis. Ada juga Sasana Kespro yang memamerkan berbagai peralatan kesehatan reproduksi, salah satunya adalah wadah untuk menyimpan ari-ari. Ada pula kursi antik dari Madura untuk wanita usai melahirkan dan sedang mengalami masa nifas.

Di sasana Genetika dipamerkan berbagai silsilah garis dinasti. Di sini terdapat silsilah keluarga berbagai kerajaan di Indonesia. (Bersambung).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar